Diplomasi
Kebudayaan Pemerintah Korea Selatan merupakan
soft power pemerintah Korea Selatan
yang diimplementasikan melalui
pengenalan dan pemahaman seni budaya Korea Selatan. Pemerintah Korea membentuk KOFIC sebagai
lembaga pemerintah yang khusus menangani masalah penyebaran budaya Korea dan
menjalin kerjasama dengan perusahaan swasta untuk mendukung proses serta
strategi penyeberan hallyu. Produk Korea
berhasil mengemas nilai – nilai Asia yang dipasarkan dengan gaya modern. pola
ini mengacu pada cerita – cerita yang dikemas bernuansa kehidupan orang Asia,
namun pemasarannya memakai cara pemasaran Internasional yang mengedepankan
penjualan nama seorang bintang atau style. Keberhasilan Korea dalam menjual produk
budayanya tidak lepas dari etos kerja orang Korea itu sendiri. Banyak penyanyi
maupun bintang idola Korea yang rela untuk melakukan jumpa fans
dibeberapa negara Asia walaupun honornya kecil dibanding dengan apabila
mereka melakukan di negara sendiri.
Pemerintah Korea
Selatan juga mencanangkan tahun wisata
Korea yang mengedepankan program-program yang menjual negara Korea terutama
paket – paket wisata secara emosional bisa menarik wisatawan untuk berkunjung
ke negara Korea. Beberapa diantaranya adalah merebaknya paket-paket wisata winter
sonata dan endless love.
Paket ini sengaja dirancang untuk dipasarkan kepada wisatan asing untuk
mengunjungi tempat pengambilan gambar di lokasi shooting film-film Korea termasuk mengunjungi rumah
idolanya. Karena memiliki kecanggihan
teknologi, Korea Selatan lebih mudah
melakukan penyebarluasan budayanya dengan teknologi canggih seperti hand phone, I Phone, media internet dan
sebagainya sebagai bentuk soft diplomacy. Penyebaran K-Pop juga tidak lepas dari media komunikasi dan
informasi dengan menggunakan youtube,
facebook, twitter menjadi peluang penyebaran K-Pop di Dunia Internasional. Korea Selatan
menggunakan artis K-Pop sebagai ikon dalam pelaksanaan soft diplomacy di
Indonesia, dengan menampilkan fashion serta gaya yang menarik sangat membuat
masyarakat Indonesia terpikat dan meninggalkan kesan yang positif. K-Pop
cenderung menampilkan gaya manggung yang visual, bernyanyi sambil menari, hal
ini sangat memberi warna yang berbeda dalam industri musik Indonesia.
Source:
(http://ejournal.hi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2014/07/pdffile-%20eJournal%20Ilmu%20Hubungan%20Internasional%20%2807-15-14-04-09-08%29.pdf)
wah sangat suka sekali dengan artikel anda . Menambah kecintaan saya terhadap budaya korsel . makash ya
BalasHapusBagus kak, jadi pengen ke korea :)
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus