Prolog
Para pembaca yang budiman. Dalam blog pertama saya ini akan menjelaskan secara singkat artikel mengenai tanggung jawab terhadap pelestarian budaya. Apa yang dimaksud dengan Tanggung Jawab? Apa yang dimaksud dengan Budaya? Dalam Artikel yang saya garap sendiri ini akan menjelaskan semua itu, walaupun masih singkat sih. Tidak perlu basa - basi lagi. Langsung saja baca sampai habis ya!
Pengertian Tanggung Jawab
Para pembaca yang budiman. Dalam blog pertama saya ini akan menjelaskan secara singkat artikel mengenai tanggung jawab terhadap pelestarian budaya. Apa yang dimaksud dengan Tanggung Jawab? Apa yang dimaksud dengan Budaya? Dalam Artikel yang saya garap sendiri ini akan menjelaskan semua itu, walaupun masih singkat sih. Tidak perlu basa - basi lagi. Langsung saja baca sampai habis ya!
Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus besar bahasa
Indonesia adalah keadaan wajib menannggung segala sesuatunya. Tanggung jawab
timbul karena telah diterima wewenang. Tanggung jawab juga membentuk hubungan
tertentu antara pemberi wewenang dan penerima wewenang. Jadi tanggung jawab
seimbang dengan wewenang. Tanggung jawab merupakan kesadaran manusia akan
tingkah laku atau perbuatannya disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung
juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah
menjadi bagian hidup manusia, bahwa setiap manusia dibebani dengan tanggung
jawab. Apabila dikaji tanggung jawab itu adalah kewajiban yang harus dipikul
sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat. Tanggung jawab adalah ciri
manusia yang beradab. Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari baik
atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan
pengadilan atau pengorbanan.
Macam – macam Tanggung
Jawab
1.
Tanggung
terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap
diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya
sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Contoh
: Manusia mencari makan, tidak lain adalah karena tanggung jawab
terhadap dirinya sendiri agar dapat melangsungan hidupnya.
2.
Tanggung
jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan
masyarakat kecil, tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada
keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung
jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan. Contoh
: Seorang ayah rela bekerja membanting tulang demi memenuhi tanggung
jawabnya sebagai kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
3.
Tanggung
jawab terhadap masyarakat
Pada hakikatnya manusia
tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Karena kedudukkannya sebagai makhluk
sosial, sehingga membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi terhadap
manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia ini adalah anggota
masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota
masyarakat lain. Wajarlah apabila tingkah laku dan perbuatannya harus
dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
4.
Tanggung
jawab terhadap bangsa / negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa
setiap manusia, setiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam
berfikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma
atau ukuran-ukuran yang telah dibuat oleh suatu negara. Manusia tidak dapat
berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus
bertanggung jawab kepada negara. Contoh : Seseorang korup,
kalau perbuatan tersebut diketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian
dan pengadilan.
5.
Tanggung
jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan
manusia bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupan,
manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan
manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam
berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Contoh: Seorang muslim
menjalankan ibadah sholat karena merupakan tanggung jawabnya, jika dia
mengerjakan maka ia akan mendapatkan hukuman berupa dosa.
Pengabdian dan
Pengorbanan
Wujud tanggung jawab berupa pengabdian dan
pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan
manusia itu sendiri.
a.
Pengabdian
Pengabdian adalah
perbuatan baik berupa pikiran, pendapat sebagai perwujudan kesetiaan atau suatu
kesetiaan yang dilakukan dengan ikhlas.
b.
Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari
kata korban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian
untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian
itu mengandung unsur keikhlasan tidak mengandung pamrih.
Perbedaan Pengabdian dan
Pengorbanan
Perbedaan pengabdian dan pengorbanan berdasarkan
pengertian tidak begitu jelas. Dengan adanya pengabdian tentu ada pengorbanan.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta,
benda, pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu
dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
Definisi Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang
dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak
terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya
diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda
budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu
dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” di Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Pengertian kebudayaan
menurut Para Ahli
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan
masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa
segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang
dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu
yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian
disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung
keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta
keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi
segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu
masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan
merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan
lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi,
kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh
pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat
pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran
manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah
benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa
perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku,
bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang
kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.
Wujud dan Komponen
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan
dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
·
Gagasan
(Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan
ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang
sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud
kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut
menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan
ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga
masyarakat tersebut.
·
Aktivitas
(tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola
dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem
sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul
dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu
yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret,
terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
·
Artefak
(karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang
berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam
masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan
didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu
tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud
kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan
karya (artefak) manusia.
Berdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki
beberapa elemen atau komponen, menurut ahli
antropologi Cateora, yaitu :
·
Kebudayaan
material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang
nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan
yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat,
perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup
barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian,
gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
- Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang
diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat,
dan lagu atau tarian tradisional.
- Lembaga social
Lembaga social dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam
kontek berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem social yang
terbantuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada
tatanan social masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa
wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu
instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik,
wajar seorang wanita memilik karier
- Sistem kepercayaan
Bagaimana masyarakat mengembangkan dan membangun system
kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system
penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi
dalam kebiasaan, bagaimana memandang hidup dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi,
sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi.
- Estetika
Berhubungan dengan seni dan kesenian, music, cerita, dongeng,
hikayat, drama dan tari –tarian, yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat.
Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri.
Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran, agar pesan yang akan kita
sampaikan dapat mencapai tujuan dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah dan
bersifat kedaerah, setiap akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan
janur kuning dan buah – buahan, sebagai symbol yang arti disetiap derah
berbeda. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat
masyarakatnya menggunakan cara tersebut.
- Bahasa
Bahasa merupakan alat pengatar dalam berkomunikasi, bahasa untuk
setiap walayah, bagian dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam
ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami.
Bahasa memiliki sidat unik dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh
pengguna bahasa tersebu. Jadi keunikan dan kekomplekan bahasa ini harus
dipelajari dan dipahami agar komunikasi lebih baik dan efektif dengan
memperoleh nilai empati dan simpati dari orang lain.
Perubahan sosial budaya
Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila
sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing.
Perubahan sosial budaya
adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu
masyarakat.
Perubahan sosial budaya
merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat.
Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu
ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa
kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.
Ada tiga faktor yang
dapat memengaruhi perubahan sosial:
1.
tekanan kerja dalam
masyarakat
2.
keefektifan komunikasi
3.
perubahan lingkungan
alam.
Perubahan budaya juga dapat timbul akibat
timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan
kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasi-inovasi
baru lainnya dalam kebudayaan.
- Budaya atau kebudayaan berasal
dari bahasaSansekerta yaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi, diartikan sebagai hal-hal
yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
- Menurut Andreas Eppink, kebudayaan
mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmupengetahuan,keseluruhan
struktur sosial, religius, serta segala pernyataan intelektual
dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
- Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan
merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain.
- Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman
Soemardi , Kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa,
dan cipta masyarakat
Dari berbagai definisi
tersebut, dapat diperoleh kesimpulan :
Kebudayaan akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau
gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam
kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan
kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai
makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang
bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup,
organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya Pengertian Tanggung
Jawab
Hubungan Tanggung Jawab dengan Budaya
Pada hakekatnya hubungan antara tanggung jawab dan budaya itu
bermacam – macam. Seperti yang telah dijelaskan diatas macam – macam tanggung
jawab. Terdapat 5 macam tanggung jawab yaitu :
- Tanggung jawab
terhadap diri sendiri
- Tanggung jawab
terhadap keluarga
- Tanggung
jawab terhadap masyarakat
- Tanggung jawab
terhadap bangsa / negara
- Tanggung
jawab terhadap Tuhan
Pada setiap macam – macam tanggung jawab tersebut terdapat budaya.
Akan tetapi budaya tersebut bersifat dinamis, maksudnya budaya tersebut dapat
berubah – ubah seiring berjalannya waktu dan karena masuknya budaya baru.
Budaya tersebut juga dapat di turunkan kepada generasi penerus kita dan
menularkan budaya tersebut kepada orang lain di sekitar kita. Disinilah peran
penting tanggung jawab. Kita bertanggung jawab atas perubahan yang terjadi
terhadap budaya tersebut. Akankah budaya tersebut menjadi budaya yang positif /
negatif semua itu tergantung pada tanggung jawab kita sebagai pemilik budaya
tersebut. Dan kita juga bertanggung jawab terhadap pelestarian budaya tersebut. Maka
rasa tanggung jawab dan rasa memiliki sangatlah peting terhadap budaya yang
kita miliki.
Mungkin di sini peran pemuda sangat di butuhkan karena pada dasarnya pemuda adalah penerus bangsa dan pemuda lebih mudah beradaptasi dengan kebudayaan baru dibandingkan dengan orang yang lebih tua. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan ada percampuran kebudayaan yang diciptakan generasi muda.
Sebagai contoh hubungan tanggung jawab dengan budaya adalah kita hidup dalam masyarakat yang heterogen (bermacam - macam), oleh sebab itu kebudayaan dalam masyarakat tersebut juga bermacam - macam. Ada yang asli dari leluhur dan ada pula yang dibawa oleh anggota masyarakat dari suatu tempat / suatu daerah yang memiliki kebudayaan berbeda.
Dilihat dari sisi masyarakat yang sudah lama tinggal di situ. Dia memiliki tanggung jawab untuk memelihara kebudayaan yang di turunkan dari leluhurnya untuk di ajarkan kepada anak cucunya kelak. Dan dia juga bertanggung jawab kepada masyarakat khususnya keluarga dan dirinya sendiri atas kedatangan kebudayaan baru yang dibawa kedalam masyarakat tersebut.
Dan dari sisi pendatang yang membawa kebudayaan baru ke dalam masyarakat tersebut. Dia bertanggung jawab untuk menyesuaikan kebudayaan baru tersebut agar tidak menggangu anggota masyarakat lain dan juga menyesuaikan dengan lingkungan baru nya.
Sumber :
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar